Aneka rupa hal kulalui di beberapa bulan terkhir. Bisa jadi jika kugrafikkan akan penuh dengan gunungan lembah sangat tidak beraturan.
Bagaimana tidak, meski ku tak sendiri di tengah lingkungan ini. akan tetapi pada kenyataannya kami dipaksa untuk sibuk dengan urusan masing-masing. Jiwa sosial kami terpaksa meski kami simpan untuk diluar. Yah... sungguh aneh. Antara pasif atau dipaksa pasif. antara tak tahu atau dipaksa tak tahu. dan kalaupun tahu seringkali kami lebih memilih pura-pura tak tahu. mencari aman ? entahlah... bisajadi kamilah golongan lemah iman ... hanya mampu mendo'akan ...
Apapun yang terjadi ... siswa siswiku tetap saja jadi obat terampuh untuk meluluhkan hatiku, membuatku berat untuk pergiii... kita dulu selalu saja merasa guru kita tak sayang meski kita sayang dengan mereka. kini kami tahu... ternyata rasa cinta kasih guru jauh melampaui yg kami rasakan saat kami jd murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar